Danantara Terima Dividen BUMN Rp 170 Triliun Setiap Tahun

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan kemakmuran negara Indonesia menjadi lebih baik lagi, dan mewujudkan cita-cita menjadi Indonesia Emas 2045.

Sebagai informasi bahwa saat ini pemerintah telah menggelar beberapa program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat Indonesia.

Beberapa pembangunan tersebut meliputi pembangunan infrastruktur, teknologi, pendidikan, perusahaan baru, Ibu Kota Nusantara, transportasi, fasilitas umum, dan fasilitas olahraga.

Diketahui, saat ini banyak negara tetangga yang memberikan apresiasi dan dukungan kepada negara Indonesia, karena pada akhirnya negara Indonesia dapat bangkit dan menjadi negara yang hebat serta berani membangun beberapa program unggulan.

Kesuksesan Indonesia dapat tercapai jika semua lembaga pemerintahan bekerja dengan benar dan keuangan negara atau anggaran pendapatan dan belanja negara harus dikelola dengan benar.

Pada beberapa pekan yang lalu, Presiden Prabowo Subianto telah resmi membentuk lembaga baru untuk mengelola keuangan negara Indonesia menjadi lebih baik lagi, lembaga tersebut dinamai dengan “Danantara”.

Danantara sendiri merupakan singkatan dari Daya Anagata Nusantara. Danantara mempunyai tugas dan peran utama dalam pengelolaan investasi Indonesia atau Badan Pengelola Investasi (BPI).

Presiden Prabowo Subianto berharap bahwa dengan adanya pembentukan Danantara ini, maka investasi di Indonesia dapat berkembang dengan sangat pesat, dan Indonesia dapat menjadi pusat investasi dunia yang menjanjikan dan berkelanjutan.

Terlebih lagi, sejak beberapa puluh tahun yang lalu, negara Indonesia memang sudah dikenal sebagai negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah, jadi sangat eman-eman jika kekayaan tersebut kita anggurkan.

Alangkah lebih baiknya jika kekayaan Indonesia tersebut dijadikan sebagai pusat perhatian dunia dalam melakukan investasi di berbagai sektor, seperti teknologi, energi, basic material, consumer cyclicals, kesehatan, dan masih banyak lagi.

Pembentukan Danantara sangat berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia, pasalnya baru beberapa hari dibentuk, Danantara langsung meluncur ke beberapa negara di dunia untuk menawarkan sejumlah investasi yang menguntungkan di Indonesia.

Banyak negara yang tertarik dengan tawaran tersebut dan mereka mulai melakukan investasi di Indonesia.

Salah satu contohnya adalah saat ini terdapat pendiri Microsoft Corporation Bill Gates yang melakukan investasi sebesar Rp 27,6 triliun rupiah.

Bukan hanya itu, tetapi, saat ini Danantara juga telah diproyeksikan akan menerima dividen sebesar Rp 170 triliun setiap tahunnya dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Banyak pihak yang mengakui kehebatan Danantara, dan Danantara adalah lembaga yang siap menjadi dalang untuk memainkan peran besar dalam sektor ekonomi investasi Indonesia.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, dividen dari BUMN tersebut akan digunakannya untuk investasi strategis jangka panjang, dan yang pastinya menguntungkan negara.

Menurut Dony Oskaria, investasi bukanlah bicara soal jual beli saham saja, tetapi investasi merupakan nasib dan aset negara di masa yang akan datang.

 

Membentuk Entitas

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, dirinya akan membentuk dua entitas dalam naungan Danantara, dua entitas tersebut meliputi  Asset Management (DAM) dan Danantara Investment Management (DIM).

DAM mempunyai tugas utama untuk melakukan pemantauan dan mengelola semua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih baik lagi dan terintegrasikan ke struktur yang baru.

Selanjutnya, DIM mempunyai tugas utama untuk melakukan strategi investasi dari aset-aset yang dimiliki oleh Indonesia.

Dony Oskaria menjelaskan, pembentukan entitas tersebut telah disetujui langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, dan beliau yang meminta kita untuk membagi tugas Danantara agar lebih terstruktur lagi.

Dony Oskaria mengaku bahwa saat ini pengelolaan BUMN belum sepenuhnya efektif, oleh karena itu, pihaknya akan turun tangan langsung untuk mengatasi hal tersebut agar BUMN menjadi lebih sehat dan tumbuh.

Saat ini pihak Danantara mempunyai empat tahapan khusus untuk menyehatkan pengelolaan dan perekonomian BUMN, empat langkah tersbut meliputi:

1. Melakukan fundamental business review terhadap seluruh 888 BUMN, mulai dari peninjauan ulang dan tata kelola sesuai dengan prosedur internasional.

2. Melakukan proses konsolidasi bisnis dalam 1-2 tahun keedpan agar daya saing BUMN dapat tumbuh menjadi lebih besar.

3. Melakukan penyusunan ulang roadmap, termasuk penyusunan KPI (indikator kerja), model bisnis, dan sumber serta parameter pendapatan.

4. Meningkatkan nilai tambah atau value creation dari tiap-tiap produk BUMN agar dapat bersaing dengan produk luar dan membawa nama Indonesia menjadi harum di mata dunia.

Related posts